Jaringan Komputer


INSTALASI JARINGAN LAN DI KAMPUS POLIPROFESI - NIAS

 

BAB I
PENDAHULUAN

I.1.  Latar Belakang
Perkembangan Teknologi dan Informasi yang maju pesat beberapa tahun belakangan ini memberikan hal-hal yang baru dalam dunia IT. Salah satu bidangyang maju pesat pada saat ini adalah bidang Jaringan. Seiring perkembangannya, bidang jaringan ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern, dimana jaringan komputer saat ini banyak dipakai oleh instansi - instansi, baik instansi kecil maupun besar yang berbasiskan Teknologi Informasi.
Kebutuhan akan informasi komunikasi sangat penting seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih dan cepat. Kemajuan teknologi informasi pada saat ini terus berkembang seiring dengan kebutuhan manusia yang mengiginkan kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam memperoleh informasi. Oleh karena itu, kemajuan teknologi informasi harus terus diupayakan dan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Salah satu kemajuan teknologi informasi di bidang transmisi pada saat ini yang berkembang adalah penggunaan perangkat wireless LAN. Penggunaan internet yang memanfaatkan teknologi wireless LAN atau biasa sering disebut WiFi atau hotspot sangat diminati oleh kalangan masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga para pelaku bisnis. 


Teknologi wireless ini memungkinkan mengakses jaringan internet secara mobile, perangkat yang biasa digunakan biasanya seperti laptop, handphone dengan fasilitas WiFi, PDA, Pocket PC dan lain sebagainya. Pada dasarnya pengguna Wireless LAN pada suatu jaringan tidak berbeda dengan jaringan yang menggunakan kabel sebagai media transmisinya, hanya saja biaya pemasangan akan relatif lebih ringan terutama pada saat jaringan yang jaraknya cukup berjauhan, sehingga walaupun alat tersebut relatif mahal dibanding penggunaan kabel tetapi jika dilihat kemudahan dan total biaya instalasi Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai media penghantar gelombang Wireless LAN adalah Access Point. Alat ini digunakan karena penggunaannya yang mudah dan mempunyai fungsi yang banyak. Instalasi jaringan Wireless LAN menggunakan Access Point sangat membantu untuk membangun HOTSPOT area.
I.2.  Ruang Lingkup Permasalahan
Adapun rumusan masalah yang akan penulis bahas adalah :
·           Mendesain jaringan wireless LAN serta instalasi jaringan wireless LAN  dan program managemen hotspot untuk memberikan koneksi internet via Wireless LAN yang diinstal atau dikonfigurasi di PC SERVER.
·           Bagaimana teknik serta cara Instalasi, konfigurasi dan keamanan pada system jaringan wereless LAN.



I.3.  Tujuan  dan Manfaat
I.3.1. Tujuan
§  Mengenal dan memahami lebih jauh teknologi jaringan komputer, khususnya jaringan wireless/nirkabel (tanpa kabel).
§  Memberi kemudahan khususnya bagi Mahasiswa/mahasisw Poliprofesi untuk mengakses internet
§  Mengetahui teknik mendesain dan instalasi sebuah jaringan infrastuktur dan implementasinya.
§  Mahasiswa dapat melaksanakan penginstalan jaringan lokal (LAN) sesuai dengan prosedur.
§  Mahasiswa dapat melakukan pengujian melalui sistem operasi atau aplikasi tertentu.
I.3.2. Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah memudahkan para Mahasiswa/ mahasiswi Poliprofesi  mengakses internet dan dapat mengetahui desain jaringan wirelles LAN.
I.4.  Metode penelitian 
Metode penelitian  adalah sangat menentukan suatu penelitian karena menyangkut cara yang benar dalam pengumpulan data, analisa data dan pengambilan kesimpulan hasil penelitian, pembahasan dalam metode penelitian meliputi identifikasi variable penelitian, defenisi operasional, subjek penelitian, prosedur penelitian, dan metode analisis
Data Dalam penyusunan proposal, dilakukan pengumpulan data yang dipergunakan untuk membuat program ini  dengan metode sebagai berikut:
I.4.1. Pengumpulan data dengan Wawancara  
metode ini merupakan cara pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian.
I.4.2. Pengumpulan data dengan Observasi
Metode ini merupakan pengamatan langsung kelapangan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
I.4.3. Penelitian perpustakaan adalah Bagaimana teknik serta cara Instalasi, konfigurasi dan keamanan pada sistem jaringan wereless LAN.
I.4.4. Penelitian Lapangan
Bagaimana teknik serta cara Instalasi, konfigurasi dan keamanan pada sistem jaringan wereless LAN.
I.5.  Sistematika  Penulisan
Untuk memberikan gambaran penulisan Tugas Akhir ini, maka penulis memberikan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I      PENDAHULUAN
Pada bagian pendahuluan ini memberikan gambaran tentang isi karya tulis secara keseluruhan sehingga pembaca dapat memperoleh informasi singkat dan tertarik untuk membaca lebih lanjut. Didalam bagian pendahuluan memaparkan tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, batasan, masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II     TINJAUAN PUSTAKA
Pada Bab ini  menjelaskan tentang landasan teori-teori singkat tentang hal-hal yang yang berhubungan  dengan installasi jaringan LAN, dan perangkat Wireless juga software yang digunakan oleh penulis.
       BAB III   ANALISA DAN PERANCANGAN
III.1. Analisa
Berisikan tentang analisa sistem yang sedang berjalan serta Sistem yang akan dibangun
III.2. Perancangan
Berisikan tentang rancangan sistem yang akan dibangun, dan termasuk pembahasan terhadap sistem lama dan baru, kelemahan dan kekurangannya, persyaratan dalam aplikasi dan lain-lain. Pada Bab ini  menjelaskan dan menguraikan perancangan  tentang installasi jaringan LAN dan Konfigurasi sistem.
       BAB IV   HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada Bab ini menguraikan tentang defenisi, tujuan dan langkah-langkah  dalam implementasi sistem yang juga disertai dengan komponen-komponen kebutuhan sistem. 

       BAB V       KESIMPULAN
V.1. Kesimpulan
                                    Berisikan kesimpulan dari penelitian atau perancangan dan hasil akhir dari pemecahan masalah yang didefinisikan pada Bab 1.
                          V.2.   Saran
Berisikan hal-hal yang dianggap penting untuk diperhatikan atau dijalankan pada masa yang akan datang untuk kesempurnaan hasil penelitian/pemecahan masalah, sehingga  masalah serupa tidak terjadi lagi serta antisipasi terhadap timbulnya   masalah yang lain.

                                    DAFTAR PUSTAKA
                          Penulisan Daftar Pustaka mengikuti contoh sebagai berikut:
                          Turban,  E., Mclean dan J. Wetherbe,  1996, Information
                          Technology For Management, 3rd Ed., John Willey & Sons,
                          New York.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1.   Landasan Teori
II.1.1      Pengertian Instalasi jaringan LAN

Instalasi jaringan LAN adalah pemasangan software atau aplikasi untuk menjalankan sebuah computer atau Proses pemasangan dan penyetingan perangkat (keras/lunak) agar bisa digunakan oleh system.

II.1.2      Pengertian Jaringan LAN ( Local Area Network )
LAN merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN sering digunakan untuk menghubungkan computer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan untuk memakai bersama sumberdaya (printer atau scanner) dan saling bertukar informasi.
2.1.3    Sejarah  dan perkembangan jaringan LAN
Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang inigin memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS ( Time Sharing System ), Bentuk pertama kali jaringan (network ) komputer diaplikasikan. Pada sisterm TSS beberapa terminal terhubung secara seri kesebuah host komputer.
Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi ( Distributed Processing ). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani bebrapa terminal yang tersambung secara seri  disetiap komputer.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringan sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer ( Peer to Peer System ) saja tanpa melalui kompuer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAn ( Local Area Network ). Demikian pula ketiak Internet muali diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri maulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa ditingkat dunia yang disebuat dengan istilah WAN ( Wide Area Network ).
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF.
Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps. Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11 Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi sama.
 Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.
 Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.
 Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n.
 Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps.
II.2 .    Komponen Dasar untuk Membentuk  Jaringan LAN
II.2.1.  Workstation
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu system komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu computer yang besar seperti system minicomputer, bahkan suatu mainframe.
Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.
II.2.2.  Server
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.
pada  umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendakdigunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.
II.2.3.  Client 
Sebuah workstation umumnya berfungsi sebagai client dari suatu server, karena memang workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi server yang melayani, sedangkan client yang dilayani. Baik server maupun client dalam jaringan dikenal sebagai node.

II.2.4.  Link (hubungan)
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebutsecara fisik tidak terhubung.
Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel.
II.2.5   Network Interface Card (NIC)
Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC).
II.2.6.  Network Software
Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan system komputer yang satu berkomunikasi dengan system computer yang lain.
II. 2.7. Transceiver 
Perangkat keras yang menghubungkan workstation atau sistem computer dengan media transmisi misalnya kabel koaksial (coaxial cable) pada LAN Ethernet. Jadi workstation tidak langsung dihubungkan tetapi melalui transceiver dan kabel transceiver (maksimum 50 meter) ke coaxial cable tersebut. Perlu diperhatikan bahwa untuk Ethernet diperlukan terminator pada ke dua ujung kabel agar sinyal yang melalui kabel tersebut berjalan dengan baik.
II.3.   Peralatan Perangkat keras  Pendukung LAN
II.3.1.  Repeater
Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (accespoint)
Fungsi Repeater :
·           Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server (pemancar)
·           Untuk memperjauh sinyal dari Server (pemancar)
·           Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari Server.
II.3.2.  Hub
Hub  Adalah perangkat jaringan yang paling sederhana. Pada hub, data diteruskan ke semua port, terlepas dari apakah data dimaksudkan untuk sistem yang terhubung ke port. Selain port untuk penghubung komputer, bahkan hub pada umumnya memiliki port yang ditunjuk sebagai port uplink yang memungkinkan hub terhubung ke hub untuk membuat jaringan yang lebih besar.
 Fungsi Hub adalah:
·           Memfasilitasikan penambahan penghilangan atau penambahan workstation
·           Menambah jarak network ( fungsi sebagai repeater )
·           Menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda ( Ethernet, Toket ring, FDDI )
·           Menawarkan featur yang fault tolerance ( Isolasi Kerusakan )
·           Memberikan menegement yang tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)
II.3.3.  Switch
Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. Dia bekerja sebagai penyambung concentrator dalam Jaringan. Switch mengenal MAC Adressing shingga bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan ke mana.
Fungsi Switch :
·               Switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.
II.3.4.  Router
Router  merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, dan router ini berperan penting sebagai penghubung/penerus paket data antara dua segmen jaringanatau lebih.
Fungsi Router :
·                Router berfungsi utama sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Perbedaannya dengan Switch adalah kalau switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN)
II.3.5.    Bridge
Bridge jaringan adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda.


II.4.     Perangkat lunak
§   Sistem Operasi PC
§   Sistem Operasi Network (NOS = Network Operating System), apakah berbasis Windows (Workgroup atau Client Server) atau sistem operasi yang berbasis Multiuser (Linux, Netware, Windows 2000 Server, Windows XP dan Windows 7).
§   Protocol, Software yang dibutuhkan untuk menghubungkan antara Client dengan Client, atau dengan Server.
§   Program Aplikasi yang berbasis jaringan untuk memudahkan user dalam monitoring dan menajemen informasi. Contohnya aplikasi sistem informasi kampus, sistem akuntansi dan sebagainya.
§   Internet Sharing, Program aplikasi untuk internet connection sharing yang memungkinkan user dapat memanfaatkan fasilitas internet bersamaan di dalam sebuah jaringan.

II.5.     Bahan - bahan yang digunakan dalam Jaringan Lan

·                Kabel UTP adalah kepanjangan dari Unshielded Twister Pair yang merupakan kabel jaringan yang sering digunakan untuk LAN karena selain harganya lebih murah, pemasangannya juga lebih praktis dengan kabel jaringan yang lainnya.
·                Konektor Rj-45 Kepala konektor yang kita gunakan adalah jenis konnektor RJ 45 sebanyak , ada beberapa criteria konektor yang bagus dan yang baik untuk jaringan yaitu, plastic konektornya yang keras, memiliki pengait yang elastis, dan kuningannya yang timbul ke luar.
·                Tang Crimping Anda harus mempunyai tang khusus yang di buat untuk memasang konektor ke kabel UTP, nama lainnya adalah crimping tool. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka konektor sudah tidak bisa dicopot
·                Lan Tester (optional) Lan Tester (optional) Multimeter atau Lan Tester ini meruoakan suatu alat yang berfungsi mengetes kabel LAN untuk mengetahui kabel LAN yang kita pasang dalam keadaan yang bagus atau tidak
·                LAN CARD (NIC) yang terpasang pada pc

II.6.     Pengkabelan
II.6.1.  Kabel UTP dan Pengkabelan Jaringan
Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relative murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran.
II.6.2.  Karakteristik Kabel UTP
Connector yg dipakai pada ujung kabel (semua jenis/category) UTP adalah RJ45 terdiri dari 4 pasang (pair) kabel yang dipilin (twisted). 1 pasang untuk Tx (mengirim informasi) yaitu pada pin nomor 1 (TX+) dan 2 (TX-). 1 pasang untuk Rx (menerima informasi) yaitu pada pin nomor 3 (RX+) dan 6 (RX-).
2 pasang tidak terpakai (Not Connected), yg dpt digunakan untuk mengirim daya listrik (power over  Ethernet) untuk mencatu perangkat yg ada di ujung kabel UTP
kabel straight  : jika ujung A terkoneksi langsung dengan ujung B (TXA-TXB, RXA-RXB).
kabel cross      : jika ujung A terkoneksi silang dengan ujung B (TXA-RXB,RXA-TXB). kabel straight digunakan untuk menghubungkan computer dengan hub (switch kabel cross digunakan untuk menghubungkan hub (switch) dengan hub (switch) lainnya. maksimum panjang kabel UTP yang dapat dipakai untuk menyalurkan informasi adalah 50 meter.


II.6.3.  Langkah-Langkah Pemasangan Kabel UTP
Siapkan kabel UTP yang akan digunakan. Ukur panjang kabel dari hub ke server dan dari hub ke wokstation, kemudian potong kabel yang akan disambungkan ke konektor RJ-45.
Gambar  1.1 Kabel UTP
·                     Kupas lapisan luar kabel UTP dengan menggunakan tang clipper atau alat pengupas kabel khusus sepanjang ± 1,5 cm dari ujung kabel, sehingga 8 kabel dapat terlihat.
Gambar 1.2 Pengupasan kabel UTP
·                     Pisahkan empat lilitan dari kabel UTP dan pisahkan menjadi delapan bagian, setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar mudah dipotong dan mudah pada waktu pemasangan ke konektor Rj 45.

Gambar 1.3 Kabel yang telah dikupas
·                Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi kabel straight atau standar (hub), kemudian potong ujung kabel secara rata menggunakan tang clipper.  
Gambar 1.4 Penyusunan warna kabel dan
pemotongan ujung kabel UTP
·           Setelah kabel tersusun dengan rapih, lakukan langkah selanjutnya, yaitu pemasangan kabel ke konektor Rj 45. Berikut ini cara pemasangan kabel ke konektor Rj 45 :
Gambar 1.5  Pemasangan kabel ke konektor Rj 45
Di bawah ini merupakan urutan pemasangan warna kabel ke konektor Rj 45 yang memakai susunan kabel tipe straigh.
Putih orange     1   !¨   1   Putih orange 
Orange     2   !¨   2   Orange
Putih hijau     3   !¨   3   Putih hijau
Biru     4   !¨   4   Biru
Putih biru     5   !¨   5   Putih biru
Hijau     6   !¨   6   Hijau
Putih coklat     7   !¨   7   Putih coklat
Coklat     8   !¨   8   Coklat


Gambar  Susunan tipe straight







Gambar susunan tipe Cross
·           Setelah kabel diurutkan dan diratakan, kemudian masukan ke konektor RJ-45, kemudian jepit konektor dengan menggunakan tang clipper agar konektor terkunci.
Gambar 1.7 Penjepitan kabel ke konektor RJ-45
·                Pemasangan harus hati-hati karena kalau tidak akan berakibat konektor akan rusak, sehingga tidak akan terpakai lagi jika sudah terjepit dengan tang clipper, jika pada waktu penjepitan konektor gagal maka harus diganti dengan RJ-45 yang baru.
Gambar 1.8 Hasil clipper kabel yang baik
·           Setelah kabel terpasang ke konektor dengan benar kemudian periksalah koneksi dari kabel yang telah di pasang di konektor dengan menggunakan  LAN   tester. Perhatikan koneksi antar konektor apakah telah terkoneksi sesuai dengan konfigurasi kabel straight.
Gambar 1.9 Pengetesan kabel menggunakan lan tester
·           Kabel UTP dapat digunakan jika susunan konektor RJ-45 yang telah terkoneksi sesuai dengan konfigurasi straight, jika konektor kabel belum terkoneksi dengan baik maka kabel tidak dapat digunakan, untuk itu lakukan pengecekan ulang.

II.7.     Topologi Jaringan
Sebuah LAN dapat diimplementasikan  dengan berbagai macam topologi.
Topologi yang dimaksud di sini merupakan  struktur jaringan  fisik yang digunakan untuk mengimplementasikan LAN tersebut. 
Topologi jaringan adalah bagian yang menjelaskan hubungan antar komputer yang di bangun berdasarkan kegunaan, keterbatasan resource dan keterbatasan biaya, berarti topologi-topologi jaringan yang ada bisa disesuaikan dengan keadaan di lapangan.
Topologi jaringan ada beberapa bentuk sebagai berikut:


II.7.1.  Topologi Bus
Topologi bus diimplementasikan dengan  menggunakan media fisik berupa kabel koaksial.

http://tehnikjaringan.wordpress.com/2011/03/13/instalasi-perangkat-keras-lan/
Topologi ini umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang terhubung secara sederhana sehingga komputer-komputer yang terlibat di dalamnya bisa berkomunikasi satu sama lainnya.
Realisasi dari topologi bus ini adalah  adanya sebuah jalur utama yang menjadi penghubung antar komputer. Komputer terhubung ke jalur utama melalui sebuah jalur cabang.
II.7.2.  Topologi Ring
Topologi ring merupakan sebuah  alternatif yang juga bias  diimplementasikan pad sebuah jaringan komputer.

Pada topologi ring, salah satu komputer pada jaringan ini berfungsi sebagai penghasil token. Token di sini dapat dibayangkan sebagai kendaraan yang berfungsi membawa data melalui media fisik. Token akan membawa data melalui jalur transmisi hingga menemukan tujuannya. 
Sebuah token dapat berada dalam dua jenis keadaan yang berbeda, sedang digunakan, atau sedang bebas. Bila sebuah token  berada dalam kondisi sedang digunakan, ini berarti token tersebut sedang membawa data. Ini berarti token tersebut sedang digunakan oleh salah satu komputer untuk mengirimkan datanya. Token yang sedang berada dalam keadaan ini akan berkeliling mencari komputer  tujuannya. Selama tujuannya belum ditemukan, token ini akan berada dalam keaddan tersebut. Setelah token menemukan tujuannya, ia akan menyampaikan data yang dibawanya. Kemudian token tersebut akan berada dalam keadaan bebas. Ini berarti token tersebut bisa dibebani dengan data lagi, token tersebut siap untuk membawa data baru. Token yang bebas akan berkeliling lagi untuk menerima tugas untuk membawa data baru. Keuntungan menggunakan topologi ring ini adalah kemungkinan terjadinya bentrokan dalam transfer data ditiadakan. Kelemahan penggunaan topologi ini adalah harga implementasinya yang relatif lebih mahal. Selain itu tingkat kesulitan untuk menjaga jaringan bertopologi ring juga lebih susah. Karenanya bila ada kerusakan maka untuk memperbaikinya kembali juga susah. Topologi Ring kurang begitu banyak diimplementasikan karena membutuhkan peralatan yang khusus.
Keunggulan dan kelemahan Topologi Ring
Keunggulan
Kelemahan
Tidak akan terjadi tabrakan data karena hanya satunode yang dapat mengirimkan data pada satu saat pengiriman.

Setiap nod akan menerima informasi dan mengelolanya untuk selanjutnya diterima atau dilewatkan sehinggabila terjadi gangguan pada salah satu node, maka seluruh jaringan akan terganggu.






II.7.3.  Topologi Jaringan Star 
§   Hanya memiliki satu komputer sentral
§   Setiap komputer dalam jaringan terhubungan ke komputer server 
§   Tingkat kerumitan lebih rendah dibandingkan Jaringan Mesh

Keunggulan : 
§   Penambahan jumlah saluran hanya dilakukan olehsatu komputer saja sebagai sentral dengan menggunakan Hub.
§   Jalur dan lebar komunikasi lancar karena setiap komputer memiliki kabel sendiri dan bila terjadi gangguan pada salah satu kabel, makaworkstation yang bersangkutan saja yang mengalami gangguan dengan server.



Kelemahan : 
§   Sistem ini membuat komputer sentral memiliki beban yang cukup berat yang memungkinkan terjadinya kerusakan atau gangguan pada komputer sentral. 
§   Membutuhkan banyak kabel.
Kabel yang dipakai untuk topologi Star adalah kabel Twiste Pairs. Pada dasarnyatwisted pairs adalah kabel yang terdiri dari 2 kabel tembagterbungkus insulasi yang dipelintir menjadi satu.
Ada 2 jenis kabel twisted pairs, yaitu :
·      Unshielded Twisted Pairs
·      Shielded Twisted Pairs
Spesifikasi Teknis dari twisted pairs adalah :
·      Jarak terjauh 100 meter.
·      Dihubungkan dengan konektor RJ-45.
·      Memiliki beberapa kategori yaitu : kategori 1, 2, 3, 4, dan

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  III

ANALISIS DAN PERANCANGAN

III.1.    Analisis

III.1.1  Pengertian Analisis

Analisis adalah  Proses perencanaan yang terdiri beberapa bagian atau komponen yang saling berhubungan atau berkesinambungan agar mendapatkan pengertian yang berupa sumber informasi yang tepat serta memiliki pemahaman arti keseluruhan, Sehingga memudahkan untuk menggolongkan atau pengelompokan informasi tersebut.

Jaringan komputer secara sederhana merupakan hubungan antar komputer yang berjumlah 2 (dua) atau lebih. Jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer di laboratorium Bell oleh group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Komputer yang bersifat stand alone atau berdiri sendiri mempunyai banyak keterbatasan.

Adanya jaringan komputer akan membuat komputer dapat melakukan banyak hal dan dapat membantu efisiensi dan efektivitas dalam dunia kerja. Contoh sederhananya saja, dengan adanya jaringan komputer, maka tidak perlu lagi 1 (satu) komputer memiliki 1 (satu) printer, tetapi dengan 1 (satu) printer saja dapat digunakan oleh beberapa komputer secara bersama tanpa harus memindahkan printer tersebut setiap kali akan mencetak.

Manfaat dari adanya jaringan komputer adalah pertukaran data,sehingga tidak perlu lagi menggunakan media penyimpan seperti disket ataupun flash disk dalam melakukan pemindahan data.

3.1.2    ANALISIS HARDWARE

§   40 unit computer
§   1 unit computer bertindak sebagai server
§   40 unit computer bertindak sebagai Client
§   Spesifikasi tiap computer dirancang sesuai kebutuhan yang telah ditetapkan
§   Resolusi VGA yang dibutuhkan standar
§   Memory RAM yang dibutuhkan standar
§   Router yang digunakan adalah TP LINK yang compatible untuk kecepatan 1024 Kbps 
§   Swtich / Hub yang digunakan memiliki 24 port
§   Cable UTP yang digunakan adalah Belden USA CAT5
§   Konektor yang digunakan adalah konektor  RJ-45 tipe straight



3.1.3        ANALISIS SOFTWARE
§   Web Browser yang digunakan adalah mozila Fire Fox dan Google
§   Alamat IP yang digunakan adalah IP  Kelas C
§   Sistem Operasi yang digunakan adalah XP, VISTA, dan WINDOWS 7
§   Bandwitch Limiter yang berfungsi sebagai pemerataan dan pengatur   bandwitch pada  setiap client
§   Anti virus yang digunakan adalah anti virus AVG dan SMADAV FREE
§    Tipe jaringan peer to peer
3.1.4        ANALISIS TEMPAT & WAKTU
§   TEMPAT
§   Menggunakan Topologi Bus, sekitar 46 unit computer tersebut ditampung pada sebuah ruangan lab computer dengan luas ± sekitar 8x8 m².
§   WAKTU Dalam kurun waktu 12 jam setiap aktivitas yang melibatkan kerja system jaringan computer tersebut terjadi dalam setiap harinya. Dengan menggunakan instalasi listrik pararel dengan  3 sakelar yang masing- masing terpisah yang mengambil dari induk.


3.1.5        Analisa Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ
AnalisaPada pratikum Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ-45, yang mana praktikan memasang kabel dengan menggunakan RJ-45. Pada dasarnya teknik ini menggunakan jaringan kabel untuk menghubungkan komputer satu ke komputer lainnya dengan menggunakan server.
Untuk membangun sebuah jaringan (network) dibutuhkan perangkat untuk menjalankan jaringan tersebut. Perangkat yang digunakan dapat berupa hardware ataupun software. Salah satu perangkat untuk jaringan komputer adalah kabel LAN.
Dalam pemasangan kabel LAN harus diperhatikan cara pemasangannya. Komponen yang digunakan adalah kabel UTP dan konektor RJ 45. Pemasangan kabel ini harus disesuaikan dengan warna. Yang pertama Orange-putih dengan orange, Hijau-putih dengan biru, Biru-putih dengan hijau, coklat-putih dengan coklat. Jika kabel ini tertukar warnanya kita terpaksa harus mengganti RJ 45 dengan yang baru karena tidak bisa digunakan.
Untuk tipe pemasangan kabel straight berfungsi untuk menghubungkan PC-Hub, PC-Swicth atau perangkat berbeda. Sedangkan tipe cross untuk menghubungkan perangkat yang sama seperti komputer dengan komputer.


III.2.    Perancangan
Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi Perancangan sistem dapat dirancang dalam bentuk bagan alir sistem (system flowchart), yang merupakan alat bentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukan urutan-urutan proses dari tahap ini merupakan detail perencanaan di atas. Dalam tahap ini faktor-faktor yang ada dalam perencanaan dijabarkan secara detail untuk kebutuhan tahap selanjutnya pada saat implementasi. Perancangan jaringan adalah proses yang mystic-mixture art, science, keberuntungan (luck) dan accident (terjadi begitu saja). Meskipun penuh dengan proses yang misterius ada banyak jalan dan strategi untuk melaluinya.
Gambar bagan system perancangan 

III.2.1.      Perancangan Biaya
§   Kabel, biaya kabel itu sendiri dan proses instalasinya, bisa terjadi biaya instalasi lebih tinggi dari biaya kabel itu sendiri
§   Perangkat Keras, seperti komputer, NIC, terminator, hub dll.
Perangkat Lunak, NOS, client dan berbagai aplikasinya.
§   Pelindung Jaringan, seperti Uninterruptible Power System (UPS), anti petir, spark arrester.
§   Biaya habis, biaya konsultan, arsitek maupun operator pada saat instalasi.
§   Biaya berjalan, seperti biaya bulanan bandwidth, listrik, AC, gaji admin dan operator.
§   Biaya pelatihan untuk administrator dan user.
III.2.2.      Kelebihan dan Kelemahan Wireless LAN
 III.2.2.1.  Kelebihan Wireless LAN
·           Mobilitas dan Produktivitas Tinggi, WLAN memungkinkan client untuk mengakses informasi secara realtime sepanjang masih dalam jangkauan WLAN, sehingga meningkatkan kualitas layanan dan produktivitas. Pengguna bisa melakukan kerja dimanapun ia berada asal dilokasi tsb masuk dalam coverage area WLAN.
·           Kemudahan dan kecepatan instalasi, karena infrastrukturnya tidak memerlukan kabel maka instalasi sangat mudah dan cepat dilaksanakan, tanpa perlu menarik atau memasang kabel pada dinding atau lantai.
·           Fleksibel, dengan teknologi WLAN sangat memungkinkan untuk membangun jaringan pada area yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh kabel, misalnya dikota-kota besar, ditempat yang tidak tersedia insfrastruktur kabel.
·           Menurunkan biaya kepemilikan, dengan satu access point sudah bisa mencakup seluruh area dan biaya pemeliharaannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel)
III.2.2.2.  Kelemahan Wireless LAN
·           Biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan),
·            Delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll).
·            Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasiaan) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam- spread spectrum).
·            Pada jaringan hub semua data yang mengalir di jaringan dapat dilihat/diambil oleh komputer manapun yang ada di jaringan asalakan komputer tersebut merequest data tersebut, kalo tidak direquest ya tidak akan datang.
·           Pada jaringan switch hanya komputer yang melakukan computer-komputer  lain tidak berhak merequest data tersebut.pertukaran data yang dapat melihat data tersebut.
III.2.3.   Prosedur Installasi jaringan LAN
Semua alat dan bahan dipersiapkan di tempat kerja. Posisi meja diatur sedemikian rupa hingga sesuai dengan kebutuhan. Kemudian tiap monitor, keyboard, dan mouse dihubungkan ke CPU dan ditempatkan di masing-masing meja yang telah disiapkan. Lalu pasang kabel catu daya ke CPU dan monitor. Kemudian letakkan HUB di tempat yang dikehendaki untuk kemudian dijadikan tolok ukur untuk panjang kabel UTP yang akan dibutuhkan untuk tiap PC. Ukur jarak tiap-tiap PC ke HUB untuk menentukan panjang Kabel UTP yang akan digunakan. Beri panjang tenggang untuk antisipasi pada saat pemasangan konektor RJ 45. Potong kabel UTP sesuai kebutuhan tiap PC, lalu pasang kabel UTP ke konektor dengan system straight. Setelah di crimping, beri nomor di ujung kabel yang sesuai dengan PC yang dimaksud. Kemudian hubungkan tiap-tiap PC ke HUB menggunakan kabel UTP tersebut. Hubungkan ke-7 PC dan HUB ke sumber tegangan. Setiap PC dinyalakan satu per satu kemudian lakukan setting konfigurasi jaringan LAN.
III.2.4.    Setting Konfigurasi Jaringan LAN
§    Buka windows explorer dengan klik kanan Start à pilih explore
§    Klik kanan pada My Network Place à pilih Properties
§     Pada jendela network connection, double klik pada Local Area Connection
§     Pada kotak dialog Local Area Connection Status à klik Properties
§     Kemudian muncul kotak dialog Local Area Connection Properties à pilih tab general à seleksi Internet Protokol (TCP/IP) à lalu pilih Properties.
§    Kemudian atur IP address pada kotak dialog Internet Protokol (TCP/IP) Properties.
Atur juga :
-            subnet mask     : 255.255.255.0
-            gateway            : 117.103.0.1
-            Lalu klik Ok
§    Klik OK pada kotak dialog Local Area Connection Properties
§    Klik Close pada Local Area Connection Status.
Lakukan hal yang sama pada semua computer yang termasuk dalam jaringan tersebut. Dengan IP address pada tiap computer sebagai berikut :
  Server                : 117.103.173.150
  Client 1              : 117.103.173.151
  Client 2              : 117.103.173.152
  Client 3              : 117.103.173.153
  Client 4              : 117.103.173.154
  Client 5              : 117.103.173.155
  Client 6              : 117.103.173.156
Dengan Subnet Mask dan Default gateway sebagai berikut :
      subnet mask         :   255.255.255.0
      default gateway   :   117.103.0.1
Selesai melakukan setting IP address, lanjutkan dengan membuat workgroup dengan cara klik kanan My Computer à pilih Properties à kemudian pada workgroup klik Change à lalu ketik “TKJ – Stemsend” à klik OK. Kemudian muncul pesan “Do you want to restart this computer?” à klik Yes, agar pergantian nama workgroup ini bias berjalan dengan optimal.
BAB IV         
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1.    Tampilan Hasil

Gambar 1.1 Antena penerima
Gambar  1.2 Pemasangan TP-LINK 

Gambar 1.3 TP-Link yang sedang aktif








Gambar 1.4 User sedang melakukan koneksi jaringan






IV.2.    Pembahasan
Mengecek Hasil Instalasi dengan Menjalankan Sistem Operasi Jaringan Konfigurasi Sistem Setelah memahami cara melakukan instalasi sistem operasi jaringan dengan Redhat Linux 9. pada kegiatan belajar yang ketiga ini peserta diklat berlatih mengecek hasil instalasi dengan menjalankan sistem operasi jaringan dan melakukan trouble shooting sederhana. Setelah sistem operasi Redhat Linux 9 terinstal ke hard disk, pada saat pertama kali sistem dijalankan maka akan muncul tampilan setup agent sebagai berikut :
Gambar 1.1  Tampilan Pertama Kali Setelah Instalasi Redhat Linux
Setup agent merupakan petunjuk untuk melakukan pengaturan konfigurasi sistem Redhat Linux. Dengan setup agent ini dapat dilakukan pengaturan waktu dan tanggal, menambah user baru, melakukan instalasi software pendukung dan melakukan registrasi sistem ke jaringan Redhat.
Menu user account digunakan untuk membuat user baru dengan nama user dan password yang spesifik. Sebaiknya anda tidak melakukan login sebagai root, melainkan sebagai user kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan sistem.

Gambar 1.2. Tampilan Menu User Account

Setelah membuat user baru maka akan muncul menu berikutnya yaitu pengaturan tanggal dan waktu komputer sesuai dengan waktu setempat. Waktu harus ditentukan dengan benar karena akan dipakai sebagai standar dalam perhitungan untuk laporan segala aktivitas komputer.
Gambar 1.3. Tampilan Pengaturan Waktu
Langkah berikutnya setelah melakukan pengaturan waktu adalah melakukan register ke jaringan Redhat. Untuk dapat melakukan registrasi ke jaringan Redhat diperlukan koneksi internet. Registrasi ini bertujuan untuk mendapatkan update terbaru dari sistem operasi Redhat Linux ke server
Gambar 1.4. Tampilan Menu Registrasi
Proses registrasi dapat ditinggalkan untuk langsung menuju langkah berikutnya yaitu instalasi package atau software tambahan.
Gambar 5. Tampilan Menu Instalasi Package Tambahan

Setelah proses penambahan package software selesai maka sekarang sudah dapat masuk ke dalam sistem.

IV.2.1.   Login Ke Sistem
Pada saat sistem booting maka akan minta dimasukkan user yang mempunyai hak untuk dapat login ke sistem. Login diisi dengan user name dan password  yang diberikan oleh root.
Gambar 1.6. Tampilan Login ke Sistem

Setelah melakukan login dengan benar, maka kita akan masuk ke dalam menu utama sistem operasi Redhat Linux 9 dengan tampilan grafis yang mirip dengan sistem operasi Microsoft Windows seperti berikut :

IV.2.2. Tes Koneksi Jaringan

Untuk memecahkan masalah koneksi nirkabel, Anda dapat menggunakan GUI Windows atau CLI. Pilih Mulai Koneksi> Control Panel> Network. Double-klik pada koneksi jaringan nirkabel untuk menampilkan status.  Layar Status Connection menampilkan jumlah paket yang telah dikirim dan diterima.



§    Dukungan Tab Status Koneksi Perintah Ipconfig
Perintah Ipconfiq
Tujuan
Ipconfiq / all
Menampilkan konfigurasi penuh semua adapter jaringan
Ipconfiq/ release
alamat IP dari sebuah adaptor jaringan
Ipconfiq / flushdns
Memperbarui alamat IP dari sebuah adaptor jaringan
Ipconfiq / flushdns
Mengosongkan cache yang menyimpan informasi DNS
Ipconfiq / registerdns
Menyegarkan DHCP sewa dan re-register adaptor dengan DNS
Ipconfiq / displaydns
Menampilkan informasi DNS dalam cache














§   Perintah Ping

Untuk mengkonfirmasi bahwa adaptor Anda bekerja dengan baik, ping NIC Anda.
-                Pilih Start> Run> cmd.
-                Pada command prompt, masukkan localhost ping. Untuk mengkonfirmasi bahwa sambungan WAN Anda bekerja dengan baik, ping gateway default Anda.
-                Temukan alamat untuk gateway default dengan menggunakan perintah ipconfig. Untuk menguji koneksi internet dan DNS, ping website populer. Tanggapan balasan dari ping menunjukkan atau yang meminta timed out karena ada masalah
§  Perintah Tracert
-            Menelusuri rute yang mengambil paket dari komputer Anda ke alamat tujuan.
-            Pilih Start> Run> cmd.
-            Pada command prompt, masukkan tracert. Daftar pertama di jendela untuk hasil tracert adalah gateway default Anda. Setiap daftar setelah itu adalah router yang paket perjalanan melalui untuk mencapai tujuan. Tracert akan menunjukkan kepada Anda di mana paket yang berhenti, menunjukkan di mana masalah yang terjadi.
Test Ping adalah metode untuk melakukan test koneksi dengan Command Prompt (Windows) untuk mengetahui kualitas koneksi jaringan dari PC anda ke jaringan ditempat lain yang telah terhubung ke PC anda baik itu melalui jaringan lokal (intranet) ataupun jaringan luas (internet).
Cara melakukan test ping dari PC anda:
-            Buka Command Prompt, Start -> Program -> Accessories -> Command Prompt
-            Pada Command Prompt ketik perintah ping Jika koneksi lancar dan tidak ada gangguan maka akan muncul pesan reply seperti pada gambar berikut ini:
-        Jika koneksi terputus atau ada masalah maka akan muncul pesan RequestTimedOut.
-         
§   Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan (Bahasa Inggris: Network Security) dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan.
Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini.
-            Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.

-            integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
-            Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan
-            Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
-            Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan. Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama :
-            Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
-            Interception Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
-            Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
-            Fabrication Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
Teknologi yang digunakan kompleks/rumit, artinya aman. sembunyi dan mereka tidak akan dapat menemukan anda diam dan semua akan baik-baik saja Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani masalah keamanan: Dan apa itu administrator jaringan? tugasnya apa saja? Administrator Jaringan Komputer adalah sebuah jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan saat ini terutama pada perusahaan/instansi yang telah mengimplementasikan teknologi komputer dan internet untuk menunjang pekerjaan.
Penggunaaan sistem jaringan komputer dalam sekala kecil maupun luas akan membutuhkan pengaturan-pengaturan mulai dari tingkat fisik maupun non fisik. Pengaturan-pengaturan tersebut melibatkan proses pengontrolan. Ada beberapa definisi mengenai administrasi jaringan ini antara lain :
-    controlling corporate strategic (assets)
-    controlling complekxity
-    improving service
-    balancing various needs
-    reducing downtime
-    controlling costs
Pada intinya administrator network bertugas mengelola serta menjaga seluruh sumber daya pada sistem jaringan agar kinerja jaringan lebih efektif dan efisien dilihat dari fungsi, struktur dan keamanan jaringan itu sendiri.Sebelum berbicara tugas dan tanggung jawab berikut beberapa hal umum yang harus di kuasai seorang network administrator :
-       Pengetahuan dasar tentang komputer teori maupun praktek, hal ini sangat penting karena tidak mungkin menjadi seorang administrator jaringan komputer namun bagaimana kerja sistem komputer sendiri tidak dikuasai dengan baik.
-       Pengetahuan tentang berbagai perangkat keras jaringan komputer seperti ; repeater, hub, switch, router, antena, kabel dan berbagai perangkat pendukung lainnya, pemahaman meliputi cara kerja, pemasangan dan konfigurasi.
-        Pemahaman tentang routing
-       Pemahaman tentang routing teori maupun konfigurasi harus di kuasai dengan baik agar mampu membangun jaringan dengan baik hal ini sangat diperlukan terutama jika komputer ataupun sub organisasi perusahaan sangat banyak.
-       Pengetahuan tentang sistem keamanan komputer terutama jaringannya ( network security ) akan sangat membantu dan memberikan nilai lebih. Selain kemampuan teori maupun praktek yang harus dikuasai dengan baik hal lain adalah memiliki etika profesional, tanpa etika dan sikap seorang profesional yang baik maka semua kemampuan teori maupun praktek yang dikuasai tidak akan berarti banyak.
§   Fungsi dan Tugas Network Administrator
Ada beberapa fungsi dan kerja administrator, namun secara garis besar dapat dinyatakan dari irisan antara network, hardware, dan application. Tugas dari  administrator jaringan adalah Security management: mengibaratkan kerja mencakup masalah network administrator keamanan mencakup hal-hal berikut:
-            Firewall adalah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas yang dianggap tidak aman.
-            Username: username akan digunakan sebagai informasi log in password control: yaitu pengendalian pasword yang dimiliki oleh sebuah sistem.
-            Resource access: network admin mampu melakukan pembatasan penggunaan sumber daya sesuai dengan hak akses yang diberikan.
IV.3. Kelebihan dan Kekurangan Rancangan
IV.3.1. Kelebihan rancangan
Dalam instalasi  jaringan lan di Politeknik Poliprofesi Mudah untuk merancang dan membangun, karna memiliki sistem konfigurasi yang simpel dibandingkan menggunakan mikrotik router.
§   Cepat dalam pembuatan sketsa apabila lokasinya sudah diketahui
§   Tempatnya yang strategis
§   Memberikan bandwidth yang memadai sehingga speednya cepat dan para user cepat mengakses internet.
IV.3.2.   Kelemahan rancangan jaringan lan
§    Tidak semua yang dirancang sebelumya terlaksana
§    Bahan-bahan yang diperlukan tidak sesui yang diharapkan
§    Lokasi yang kurang mendukung
BAB V
KESIMPULAN

V.1.     Kesimpulan
Sebagai akhir penulisan Kapita Selekta ini, penulis coba memberikan kesimpulan yaitu, Dalam melakukan instalasi kabel jaringan LAN  kita harus melakukannya dengan hati-hati dan penuh dengan ketelitian. Apabila terjadi kesalahan maka Komputer tidak dapat terkoneksi dengan internet.
V.2.     Saran
Bagi si penulis diharapkan lebih fokus dalam belajar. Karena dalam instalasi ini ketekunan, ketelitian, dan kehati-hatian dalam belajar sangat di perlu







Tidak ada komentar:

Posting Komentar